resep roti gambang tan ek tjoan
Produsenroti legendaris ini terkenal karena resep-resep rotinya nan autentik zaman Hindia-Belanda. Tan Ek Tjoan, pendiri yang namanya dijadikan merek produk, adalah seorang pemuda keturunan Tionghoa. Berikut 5 fakta sejarah produsen roti jadul rasa autentik, Tan Ek Tjoan yang mungkin belum banyak diketahui. 1.
RotiLegend x Tan Ek Tjoan Halo, Selamat Datang Pelanggan. Berikut Informasi Penting Pemesanan Roti : 1. Pemesanan Pre-Order akan ditutup setiap RABU dan MINGGU MALAM (tutup pukul 21.00) 2. Roti Ready setiap hari SELASA & JUMAT Pesananan akan dijemput oleh kurir (ekspedisi) mulai jam 10.00 WIB 3.
RotiLauw dibuat sendiri oleh Lauw Eng Nio sejak 1940-an. Roti gambang Lauw sangat terkenal sekali dan menjadi kegemaran banyak orang di Indonesia, termasuk istana kepresidenan Bogor, lho! Aneka varian rasanya tak jauh berbeda dengan Tan EK Tjoan, tetapi roti Lauw tetap mempunyai rasa khas tersendiri.
TanEk Tjoan sejatinya mulai hadir sejak 1921 dengan membuka pabrik di Bogor. Mulanya hanya memfokuskan diri pada produksi makanan sehari-hari orang Eropa di Bogor, yaitu roti gambang. Seiring perkembangan zaman, Tan Ek Tjoan membuat berbagai varian roti yang dapat dinikmati semua kalangan.
Rotimanis klasik merupakan andalan toko roti ini. Ada roti cokelat, roti keju, roti srikaya, roti cokelat kacang, roti moka, cokelat lapis, roti daging, roti ayam, roti susu, roti kelapa dan roti gambang. Ah, roti gambang buatan Ek Tjoan ini memang terkenal enak. Bentuknya panjang sekitar 15 cm dan lebar 8 cm, berwarna cokelat dengan taburan
Er Sucht Sie Schrot Und Korn. Apakah kamu sedang mencari resep roti gambang tan ek tjoan yang legendaris? Kamu berada di tempat yang tepat! Makanan yang dikenal sebagai salah satu hidangan betawi ini memiliki rasa yang sangat spesial dan unik. Roti gambang tan ek tjoan bisa menjadi alternatif yang tepat jika kamu bosan dengan roti pada umumnya. Pain Points terkait Resep Roti Gambang Tan Ek Tjoan Banyak orang yang menghindari membuat roti gambang tan ek tjoan karena mereka takut resepnya sulit atau terlalu rumit. Beberapa orang juga takut mencoba resep ini karena takut hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Sebenarnya, resep ini tidaklah sulit untuk diikuti asalkan kamu memiliki bahan yang tepat dan memperhatikan setiap langkah dengan seksama. Target dari Resep Roti Gambang Tan Ek Tjoan Resep roti gambang tan ek tjoan ditujukan untuk orang-orang yang ingin mencoba hidangan khas betawi ini di rumah. Selain itu, resep ini cocok bagi orang-orang yang ingin mencoba variasi ornamen pada roti atau meningkatkan keahlian memasak mereka. Ringkasan Utama tentang Resep Roti Gambang Tan Ek Tjoan dan Kata-Kunci Terkait Roti gambang tan ek tjoan adalah hidangan khas betawi berupa roti dengan ornamen khas dari tanah sunda yang berbentuk spiral. Resep ini cukup mudah untuk diikuti dan seharusnya tidak menimbulkan kesulitan bagi pembuat roti yang berpengalaman. Beberapa kata kunci terkait resep roti gambang tan ek tjoan termasuk "hidangan betawi", "roti khas tanah sunda", "kuliner indonesia", dan "resep tradisional". Pengalaman Pribadi Mengenai Resep Roti Gambang Tan Ek Tjoan Ketika saya pertama kali mencoba membuat roti gambang tan ek tjoan, saya sempat merasa takut karena saya tidak terlalu mahir dalam hal membuat roti. Namun, setelah mencoba ikuti resep ini dan memperhatikan setiap langkah dengan hati-hati, saya berhasil membuat roti gambang tan ek tjoan yang lezat dan cantik. Hasilnya memang tidak sempurna, tetapi melihat roti ini sudah selesai membuat saya merasa bangga. Cara Membuat Roti Gambang Tan Ek Tjoan Untuk membuat roti gambang tan ek tjoan, kamu akan membutuhkan bahan-bahan seperti tepung terigu, ragi, gula pasir, garam, telur, dan mentega. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencampurkan tepung terigu, ragi, gula pasir, dan garam. Kemudian, tambahkan air sedikit demi sedikit sambil terus diuleni hingga kalis. Add a picture of the ingredients with alt tag "Ingredients for Resep Roti Gambang Tan Ek Tjoan" Selanjutnya, tambahkan telur dan mentega satu per satu sambil terus diuleni hingga adonan tercampur rata. Tutup adonan dengan kain dan biarkan selama 1 jam hingga mengembang. Setelah itu, bagi adonan menjadi beberapa bagian dan bentuk adonan menjadi ornamen spiral pada roti gambang tan ek tjoan. Add a picture of the final product with alt tag "Resep Roti Gambang Tan Ek Tjoan" Langkah demi Langkah Membuat Roti Gambang Tan Ek Tjoan 1. Campurkan tepung terigu, ragi, gula pasir, dan garam dalam satu wadah 2. Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis 3. Tambahkan telur satu per satu lalu uleni lagi hingga tercampur rata 4. Tambahkan mentega kemudian uleni kembali hingga adonan tercampur rata 5. Tutup adonan dengan kain dan biarkan selama 1 jam hingga mengembang 6. Bagi adonan menjadi beberapa bagian dan bentuk menjadi ornamen spiral pada roti gambang tan ek tjoan Kesimpulan Resep Roti Gambang Tan Ek Tjoan Resep roti gambang tan ek tjoan adalah salah satu hidangan betawi yang sangat spesial dan lezat. Meskipun terlihat rumit dan sulit untuk diikuti, sebenarnya resep ini cukup mudah dan cocok untuk dicoba oleh siapa saja yang ingin mencoba variasi unik roti. Dengan memperhatikan setiap langkah dan bahan dengan seksama, kamu akan berhasil membuat roti gambang tan ek tjoan yang enak dan cantik. Pertanyaan dan Jawaban seputar Resep Roti Gambang Tan Ek Tjoan 1. Apakah bahan-bahan untuk membuat roti gambang tan ek tjoan sulit dicari? Tidak, bahan-bahan untuk membuat roti gambang tan ek tjoan sangat mudah didapatkan di pasar tradisional atau supermarket terdekat. 2. Apakah roti gambang tan ek tjoan dapat disimpan dalam waktu yang lama? Iya, roti gambang tan ek tjoan dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama jika dimasukkan ke dalam plastik atau kotak yang kedap udara dan disimpan di dalam lemari pendingin. 3. Apa yang membuat roti gambang tan ek tjoan begitu spesial? Ornamen spiral pada roti gambang tan ek tjoan membuat roti ini terlihat sangat cantik dan unik. Selain itu, rasanya juga sangat lezat dan cocok untuk menjadi teman minum teh atau kopi. 4. Bagaimana jika saya tidak memiliki oven untuk memanggang roti gambang tan ek tjoan? Kamu bisa memanggang roti gambang tan ek tjoan menggunakan wajan anti lengket atau rice cooker. Cara ini mungkin akan menghasilkan roti yang sedikit berbeda dari biasanya, tetapi rasanya tetap enak dan cocok untuk dicoba di rumah. Conclusion of Resep Roti Gambang Tan Ek Tjoan Gallery HannY Roti Gambang Tan Ek Tjoan Photo Credit by / roti ek tjoan hanny utk beliin hehehe kyknya nitip senengnya bakalan Tan Ek Tjoan, Roti Legendaris Dari Bogor Yang Umurnya Nyaris 100 Tahun Photo Credit by / tjoan roti nyaris legendaris bogor umurnya yang travelingyuk HannY Roti Gambang Tan Ek Tjoan Photo Credit by / roti tjoan gambang hanny Resep Roti Gambang Khas Betawi Oleh Bunda Ei - Cookpad Photo Credit by / gambang roti Resep "Roti Gambang" Oleh Dapur Mak Mona - Cookpad Photo Credit by / roti gambang cookpad bubuk ngangenin harum bangeeet
Ketika kita melewati daerah Cikini, Jakarta pasti akan selalu melewati bangunan toko jadul bernama Tan Ek Tjoan. Produsen roti tertua di Jakarta ini terkenal karena resep-resep rotinya yang autentik zaman sejak 1921, roti Tan Ek Tjoan pertama menargetkan pasarnya hanya pada orang Belanda saja, namun seiring perkembangan, Tan Ek Tjoan semakin memperbanyak varian produk untuk semua kalangan. Dianggap sebagai toko roti tertua di Jakarta dan Bogor, inilah lima fakta roti Tan Ek Awalnya dimulai di sebagai kedai roti legendaris di Cikini Jakarta, ternyata Tan Ek Tjoan dan Phoa Lin memulai usaha roti mereka di rumah mereka yang sederhana di Surya Kencana, Bogor tahun 1921. Kini kedai Tan Ek Tjoan di Cikini terpaksa harus tutup sejak 2015 dan pindah ke daerah Ciputat dan BSD, sedangkan yang di Bogor masih tetap di tempat Mencairkan ketegangan sosial antara warga negara Indonesia dan Ketiga ras yang sebelumnya tersekat dalam batas-batas ras, sosial dan ekonomi kini membaur berkat roti Tan Ek Tjoan. Dari interaksi antara warga pribumi yang menjajakan roti di atas gerobak dorong dan warga Belanda maupun Tionghoa yang mengonsumsinya akhirnya membangun sebuah simbiosis mutualisme yang akhirnya mendorong kedamaian antara ketiga ras tersebut. Baca Juga 5 Fakta Toko Roti Tertua di Indonesia, Ada di Purwokerto Nih 3. Awalnya hanya memproduksi roti Sebagai produsen makanan pokok bagi warga Belanda, varian roti Tan Ek Tjoan tidak banyak. Hanya roti gambang yang keras namun lembut di dalam yang dulu diproduksi untuk makanan sehari-hari warga Belanda di Bogor. Kemudian untuk membuat variasi produk akhirnya muncul roti bimbam yang bertekstur lembut. Menurut Tan Kim Thay ,nama roti gambang terinspirasi dari bilah-bilah gambang dari kesenian gambang kromong yang juga merupakan perpaduan budaya Betawi dan Mempopulerkan roti buaya isi Sebelumnya, roti buaya hanya hadir di acara-acara lamaran perkawinan orang Betawi. Roti buaya itu pun homemade dan tidak beli jadi dari toko. Namun Tan Ek Tjoan kemudian mencoba menabrak tradisi Betawi dengan memproduksi roti buaya isi cokelat dan menjadi populer bahkan di kalangan orang Betawi. Walaupun begitu, Tan Ek Tjoan masih melayani pemesanan roti buaya tradisional yang keras dan tanpa tambahan Roti bimbam sebagai simbol konsep yin-yang bisnis Tan Ek Tjoan Dalam memulai bisnisnya, Tan Ek Tjoan memproduksi roti gambang yang bertekstur keras sebagai produk utamanya. Namun karena permintaan roti yang bertekstur lembut muncul akhirnya Tan Ek Tjoan memproduksi roti bimbam atau roti sobek yang bertekstur lembut. Bim bam juga terinspirasi oleh filosofi yin-yang tentang keseimbangan daya keras dan daya lembut yang merepresentasikan kerasnya roti gambang dan lembutnya roti makanan yang diadopsi dari budaya Eropa, roti ternyata menjadi kegemaran seluruh rakyat Indonesia. Walaupun zaman silih berganti namun untuk menemukan roti dengan resep autentik zaman kolonial, ternyata masih ada produsen roti seperti Tan Ek Tjoan. Baca Juga Rekomendasi 5 Toko Roti ala Perancis di Bali, Enak-enak Deh! IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Resep Roti Gambang Tan Ek Tjoan, Legend Banget Kemaren dibawain oleh-oleh kue oleh saudara dari Jakarta. Sebungkus roti tanpa nama, cuma ada tulisan Tan Ek Tjoan. Rasanya enak agak keras, setelah cari tahu akhirnya tau namanya roti gambang. Akhirnya cari2 resep dari berbagai sumber, dapet deh resepnya. Nah di sini saya akan share resep roti gambang tan ek tjoan berikut ini Bahan 180 gram gula merah diiris 75 ml air saya pakai 125 ml untuk mencairkan gula merah serta melembutkan adonan 300 gram terigu 125 gram tepung roti 50 gram gula pasir 1 sdt baking soda 1 ½ sdt baking powder 1 sdt cinnamon 1 butir telur 50 gram margarin 15 gram wijen air untuk olesan Cara Membuat Roti Gambang Tan Ek Tjoan - Rebus gula merah dan air sampai larut, saring dan dinginkan. - Campur terigu, tepung roti, gula pasir, baking powder, baking soda, kayu manis dan telur. Uleni sampai kalis. - Tuang air gula sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga rata. Tambahkan margarine. Uleni lagi sampai adonan tercampur rata. Diamkan selama kurang lebih 20 menit. - Timbang adonan dengan berat 40 gram masing-masing. Bentuk lonjong sampai semua adonan habis. - Oles permukaan adonan dengan air, taburi wijen sangria di atasnya. - Kemudian panggang suhu 170 C selama 20 – 25 menit. - Angkat, Roti Gambang Tan Ek Tjoan siap disajikan. Nah itulah Resep Roti Gambang Tan Ek Tjoan. Jangan lupa dipraktekkan ya juga Resep Bolang Baling Untuk Jualan
Benda budaya perpaduan sejarah etnis Tionghoa, Eropa dan masyarakat Batavia tempo dulu ini dikenal sebagai roti jadul rasa autentik. Pada zaman kolonial dulu, Roti Gambang merupakan hidangan sarapan orang Belanda-Indonesia. Orang Jawa khususnya Semarang menyebut roti bantat dan manis pulen ini Ganjel Ril’, bacanya bukan Rel tapi Ril. Sarapan Roti GambangRoti Gambang berjaya di tahun 1980 hingga akhir 1990-an. Saat itu, berbagai kalangan mulai anak kecil hingga orang tua begitu menggemarinya. Meskipun kini eksistensi Roti Gambang sudah berkurang, namun tak sedikit kisah menarik yang membangkitkan kenangan roti hasil akulturasi budaya Belanda dan Indonesia ini. Pagi hari enaknya makan roti. Teksturnya padat, sering disebut roti bantat, bikin perut kenyang, hati pun riang. Sudah tahu belum, kalau Roti Gambang masuk dalam daftar 50 Roti Terbaik Dunia versi CNN? Just FYI, tadi pagi aku sarapan Roti Gambang ditemani secangkir kopi. Ada dua varian Roti Gambang yang aku sukai, yakni rasa keju dan rasa ori. Maksudnya original alias asli. Senangnya lagi, aku tak perlu susah mencari ke sana kemari. Karena si mamang Roti Gambang Tan Ek Tjoan Bogor sering menjajakan dagangannya melewati depan rumahku ini. Roti Gambang Tan Ek Tjoan Cocok Sekali untuk SarapanSeperti Apa Roti Gambang Itu?Tahukah teman-teman, ternyata kata Roti’ berasal dari serapan bahasa India? Adapun Gambang’ merujuk kebiasaan orang Betawi menyebut benda sesuai bentuknya. Mungkin ada yang belum ngeh yang dimaksud Gambang’. Gambang adalah alat musik jenis xylopgone berbahan dasar kayu dan bambu. Jika dipukul akan menimbulkan suara, nada dan karakter yang khas. Alat musik ini sering digunakan oleh masyarakat Betawi dalam acara orkestra Gambang Kromong. Warnanya cokelat tua karena pengaruh penggunaan gula merah dan kayu manis. Coba deh berkunjung ke Wisata Perkampungan Setu Babakan. Kita dapat menyaksikan aneka seni dan budaya serta kuliner Betawi yang dipengaruhi akulturasi dan tradisi Tionghoa. Biasanya, mereka menikmati Roti Gambang ditemani Nyahi’ atau Ngeteh’, minum air teh tawar. Bahan-bahanRoti Gambang ini sebenarnya camilan hasil olahan kuliner Belanda yang disebut Onbijtkoek Katanya sih Kue sekali empok, sekali suap’ hehehe unik banget ya? 😄 Roti Gambang terbuat dari tepung terigu protein rendah yang hanya menggunakan baking powder. Pantas saja roti ini cenderung padat. Bahan lainnya adalah gula Jawa yang berasal dari gula kelapa. Saking padatnya, malah lebih mirip biskuit dibandingkan roti, lho. Kita juga bisa membuat Roti Gambang sendiri dengan menggunakan gula aren organik supaya lebih menyehatkan. Gula Aren Organik ArengaKemudian ada juga biji wijen yang ditaburkan di atas permukaan si roti untuk menguatkan aromanya. Bersyukur banget, ternyata mengonsumsi Roti Gambang itu ada manfaatnya. Khasiat makan roti gambang adalah perut menjadi hangat karena ada bahan rempah di dalamnya. Kayu Manis dan Cinamonum pun turut berpartisipasi dalam pembuatan Roti Gambang. Bahan rempah selain bersumber di kepulauan Indonesia, terdapat pula di lintas antara benua Eropa, Afrika, Asia khususnya India dan Bangladesh. Sejarah Roti Gambang adalah salah satu merek roti tertua yang legendaris di Indonesia sejak tahun 1921. Roti Tan Ek Tjoan misalnya, memiliki ciri khas Roti Gambang bertekstur keras, warnanya cokelat dan ada taburan wijen di atas permukaannya. Nama Tan Ek Tjoan berasal dari nama pendirinya yang merupakan pemuda keturunan Tionghoa, Tan Ek Tjoan. Bersama sang istri bernama Phoa Lin Nio, Tan Ek Tjoan memulai bisnis Roti Gambang di rumahnya yang sederhana di bilangan Surya Kencana, Bogor. Pelan tapi pasti, usahanya dikenal oleh khalayak ramai di Bogor dan Jakarta kemudian menjalar ke kota-kota lain di Indonesia. Singkat cerita, Phoa meneruskan usaha rotinya di Cikini setelah Tan Ek Tjoan meninggal dunia di tahun 1950-an. Setelah Phoa berpulang di tahun 1958 bisnis roti dilanjutkan oleh kedua anaknya, Tan Bok Nio dan Tan Kim Thay. Kini, Tan Kim Thay mengelola cabang toko di Cikini, sedangkan Tan Bok Nio mengurus toko di Bogor. Digemari Bung Hatta Wakil Presiden Bung Hatta termasuk penyuka Roti Gambang yang lezat itu. Ada sebuah cerita dari Mangil Martowidjojo dalam Kesaksian Tentang Bung Karno. Ketika Bung Hatta melakukan perjalanan dari Jakarta ke Megamendung, beliau berhenti di depan toko roti Tan Ek Tjoan di Bogor. Sardi, sang pengawal Bung Karno diminta membelikan roti seharga Rp 3,75,- tersebut. Roti Gambang Tan Ek TjoanAku sudah mengenal Roti Gambang sejak masih kecil. Orangtuaku sering membeli beberapa potong roti ini sebagai camilan maupun sarapan di rumah. Dulu, cukup banyak penjual roti berkeliling menjajakan dagangannya. Tentu tak hanya Roti Gambang saja, ada pula jenis roti lainnya. Bicara soal Roti Gambang, beberapa bulan terakhir ini si mamang pedagang roti Tan Ek Tjoan sering lewat di depan rumahku. Senangnya bukan main! Tinggal berteriak saja, “Baaang! Rotiiiii!”. Pas di depan pintu pagar rumah, si mamang langganan sudah tersenyum simpul siap melayani. Awalnya waktu itu, aku sempat agak ragu. “Bang, ini asli Tan Ek Tjoan?”, tanyaku. “Iya, Bu. Langsung dari Bogor ini mah. Memang sudah ganti warna dan tulisan di gerobaknya’, jawabnya ramah dengan logat sunda yang masih kental. “Wah, saya senang atuh kalau begini kan bisa sering beli rotinya”, ucapku kemudian. “Eh, ada Roti Gambang juga, Mang. Sabarahaan ieu Harganya berapa?” Nah, terakhir aku beli di bulan Juli, ada penyesuaian harga per roti yakni dari Rp menjadi Rp Sedangkan untuk roti tawar biasa harganya Rp Mahal? Mungkin banyak orang-orang berpendapat demikian. Tapi, coba dulu dong. Jangan berpikir mahal kalau baru melihatnya saja, kan ga adil dan bijaksana hehehe. Roti Gambang OriginalRoti Gambang KejuPedagang Gerobak sebagai Ujung TombakPenjualan Roti Gambang menggunakan gerobak yang didesain khusus seperti etalase berjalan. Gerobak roti ini hasil modifikasi kendaraan becak yang awalnya berkonsep Ricksaw di Singapura di kisaran tahun 1920-an dan di kota-kota di Pulau Jawa pada tahun 1930-an. Zaman dahulu, para pedagang menjual Roti Gambang kepada orang-orang Belanda di sekitar Cikini, kemudian merambah ke wilayah Ciputat, Tangerang, Cinere dan Bekasi. Masih lekat di ingatan, dulu kemasan roti saat kita beli adalah kertas. Ya, kertas roti itu yang warnanya putih agak krem atau cokelat muda. Gerobak Roti Tan Ek TjoanJadi, kapan kita mau sarapan Roti Gambang bersama? Jangan lupa, jatah untukku dua ya. Siapkan juga teh atau kopi susunya. Hhhmm… Kalian masih penasaran belum mencoba? Duh, nanti aku panggilkan si mamang Tan Ek Tjoan agar bertandang ke rumah kalian semua. Zaman boleh berubah, kemasan bisa berganti. Meskipun demikian, Roti Gambang Tan Ek Tjoan masih setia menemani. Menyajikan roti rasa autentik setiap hari tiada henti. Roti Gambang dengan bahan baku tradisional dan tanpa bahan pengawet ingin dinikmati? Yuk, bareng aku ngemil di sini 😁 Artikel ini diikutsertakan dalam IDFB Blog Challenge yang diselenggarakan oleh komunitas Indonesian Food Blogger. Referensi tulisan
Menyebut “Tan Ek Tjoan”, bagi banyak orang langsung menghubungkan dengan merek roti yang terkenal sejak tempo dulu. Itu benar. Sebetulnya usaha roti ini dirintis oleh istri Tan Ek Tjoan yg bernama Phoa Kie Nio. Sedangkan Tan Ek Tjoan sendiri mempunyai usaha depot es batu yang pada masa itu juga sangat dibutuhkan oleh orang banyak. Usaha roti di rumahnya yang sederhana tetapi cukup luas berada di Jalan Perniagaan sekarang Jl. Suryakencana Bogor pada tahun 1920. Broodbakkerij Tan Ek Tjoan 1920. Sumber istimewa. Tangan “dingin” sang istri meracik roti dan berkolaborasi dengan Tan Ek Tjoan yang pandai berbisnis menjadikan pasangan suami-istri ini kombinasi sempurna dan membawa roti “Tan Ek Tjoan” menjadi salah satu roti yang paling digemari. Tan Ek Tjoan dan isti Phoa Kie Nio. Itu sebabnya tidak heran kalau roti yang sudah 100 tahun 1 abad ini pernah dinyatakan oleh histori menjadi kesukaan dari salah seorang pendiri bangsa Indonesia, yaitu Bung Hatta. Pada saat itu belum banyak bakery yang bisa membuat kue tart untuk merayakan ulang tahun, jadi banyak Pejabat Pemerintah pesan kue tart dan roti . Cucu pasangan Tan Ek Tjoan dan Phoa Kie Nio, yaitu Lydia C. Elia, adalah penerus usaha roti dari generasi ke 3 keturunan Tan Ek Tjoan. “Ibu saya anak pertama pasangan dari Tan Ek Tjoan dan Phoa Kie Nio. Saya putri bungsu dari 6 bersaudara dari pasangan Lie Giok Keh Cephas Zacharias Elia dan Tan Bok Nio Mary Elisabeth Elia, yang sebagai founder dan melayani Tuhan semasa mereka hidup, sebagai Gembala Jemaat di GSJA di Jl. Surya Kencana, yang saat ini dikenal sekarang sebagai GSJA Bethlehem” tutur Lydia C Elia sambil mengenang perjalanan usaha rotinya yang kini melegenda. Sambil mengenang Lydia C Elia berceritera, tak pernah disangka tatkala seorang Belanda yang dikenal oleh Oma nya tiba-tiba mengajarkan membuat roti. “Mulailah Oma saya membuat roti sedikit demi sedikit dari usaha rumahan menjadi usaha roti yang dikenal cukup luas dan berkembang sampai ke Jakarta”. Peralatan yang dipakai diawali dengan sebuah mixer besar dan 3 buah oven dari batu bata dengan bahan bakar kayu dan minyak tanah yang masih ada sampai sekarang. Dengan langkanya minyak tanah maka kini Tan Ek Tjoan sudah memproduksi roti dengan menggunakan oven modern. “Kami tidak lagi menggunakan oven dengan bahan bakar minyak tanah karena sudah tidak ada lagi bahan bakar tersebut di Indonesia,” tuturnya. Walau menggunakan sistem produksi modern Lydia menegaskan dalam hal resep, tetap menggunakan resep turun temurun dari Phoa Kie Nio. “Kami tetap membuat roti dengan dasar resep zaman dulu yang menggunakan bahan-bahan baku alami tanpa pengawet. Semua kami gunakan bahan-bahan yang alami dan tradisional dari generasi ke generasi ” tegasnya saat mengungkapkan ciri khas produk roti Tan EK Tjoan. Produk pertama yang diluncurkan oleh Tan Ek Tjoan adalah roti tawar karena orang Belanda mengkonsumsi roti tawar sebagai sarapan paginya dengan diolesi selai, coklat meses, keju. Lalu, membuat roti bundar yang diberi nama roti kadet, yang teksturnya agak keras yang saat ini sudah tidak diproduksi lagi karena kurang cocok dengan selera saat ini yang lebih memilih roti bertekstur empuk. Dengan dibukanya toko Tan Ek Tjoan di Jalan Suryakencana, diluncurkan macam-macam roti manis dan roti gambang yang merupakan ciri khas Tan Ek Tjoan, dengan susu mocca sebagai minuman favoritnya. Lydia C Elia, generasi ke-3 tiga penerus Bakery Tan Ek Tjoan, Bogor. Lydia C Elia yang diminta oleh orang tuanya untuk melanjutkan Tan Ek Tjoan Bogor pada tahun 1985 mengungkapkan bahwa toko roti Tan Ek Tjoan yang dimulai di Bogor juga memperluas pasar dengan penjualan memakai pedagang gerobak keliling di seantero kota Bogor. “Saya sebelumnya bekerja di tempat lain, bukan di perusahaan roti ini. Saya mulai manage perusahaan Tan Ek Tjoan tahun 1985 dengan meninggalkan perusahaan tempat saya bekerja. Saya diminta oleh keluarga untuk mengelola perusahaan roti ini dengan modal yang hanya Rp. yang sebetulnya jauh dari memadai untuk membiayai operasional, belum lagi adanya beban hutang yang harus dibayar”, kenangnya. Tetapi lewat pertolongan Tuhan, dalam waktu yang pendek Tan Ek Tjoan bisa survive, bahkan memulai usaha dengan pedagang gerobak keliling di Bogor. Lydia C Elia dengan gerobak keliling rotinya. Sumber Istimewa. Saat itu banyak turis Belanda yang datang berkunjung ke restoran dan minimarket Tan Ek Tjoan kami setelah tur dari Kebun Raya. Tan Ek Tjoan adalah salah satu destinasi warga Belanda yang pernah bertugas di Buitenzorg, untuk bernostalgia sambil bersantai sejenak. “Mereka mencari spekuk lapis legit, ontbijtkoek dan home-made ice cream buatan Tan Ek Tjoan. Sampai saat ini produk yang diproduksi dari jaman Belanda itu tetap eksis dan menjadi andalan.” Roti Gambang, roti favorit Tan Ek Tjoan Bakery sejak dahulu. Sumber Istimewa. Dari kisah perjalanan perusahaan keluarga ini dapat disimpulkan hanya karena berkat pertolongan Tuhan dan usaha keraslah, perusahaan roti Tan Ek Tjoan bisa bertahan hingga 100 tahun. Saat ini Tan Ek Tjoan tetap diberkati Tuhan dan menjadi saluran berkat bagi banyak orang, paling tidak dengan masih banyaknya karyawan Tan Ek Tjoan yang sudah bekerja dari jaman dahulu sampai masa peralihan regenerasi, bahkan sampai saat ini. Salah satu cabang Roti Tan Ek Tjoan di Bekasi Timur. Sumber istimewa. Untuk mengetahui lebih lanjut, bagaimana di tangan Lydia sampai membuat roti Tan Ek Tjoan bisa bertahan dan bisa melewati masa pandemi Covid-19, ikuti selengkapnya di video YouTube Vifamedia. Vifa 6/7
resep roti gambang tan ek tjoan