rezeki halal untuk keluarga
RezekiDalam Sebuah Keluarga. Rizqi Untuk Sebuah Keluarga." Apapun mereka jalani untuk berbisnis, tentunya yang halal dan baik. Pernah suatu ketika mereka berdua memiliki dunia bisnis masing-masing, Abah di bisnis A, dan Ummi di bisnis B. Dan keduanya juga (bisa dibilang) sukses mengarungi dan memanagement bisnis masing-masing.
Definisi"apa saja yang bisa dikuasai (diperoleh)" meliputi semua bentuk rezeki; halal, haram, positif, negatif, sakit, kecerdasan, kebodohan, dan lain-lain. Semuanya adalah rezeki. Definisi ini berarti pula bahwa rezeki berbeda dengan hak milik. Sebab, hak milik selalu memperhatikan cara, apakah syar'i atau tidak.
Untukmenarik energi keberuntungan, membuka pintu rezeki, mewujudkan harapan-harapan dan tujuan-tujuan hidup Anda dengan izin Tuhan. Sehingga Anda dan keluarga akan selalu diliputi keberuntungan, rezeki mengalir lancar, lebih sehat, sukses, kaya, sejahtera, karier lancar, bisnis berkembang, rumah tangga harmonis serta berbagai harapan terwujud
Ketikaseorang istri mendoakan keberkahan rezeki untuk suami yang bekerja, Allah akan memberikan kemudahan agar suami bisa mendapatkan nafkah yang halal dan berkah. Secara tidak langsung, istri membantu suami dalam mencari rezeki yang baik dan berkah untuk seluruh anggota keluarga. 3. Doa agar terhindar dari harta haram
Selainitu, kita juga bisa mendapatkan pahala dengan berdoa. Rezeki tak hanya berbentuk harta dan benda, tetapi masih banyak hal yang lainnya. Islam mengajarkan bahwa rezeki datangnya dari Allah SWT.. Karenanya, umat Islam, selain berusaha juga dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT untuk memperoleh rezeki yang halal.. Berdoa di pagi hari merupakan amalan agar membuat jiwa lebih terisi, dan
Er Sucht Sie Schrot Und Korn. Kali ini saya akan membahas 7 hal terbaik untuk keluarga. Memberikan yang terbaik bagi keluarga adalah sebuah kewajiban bagi setiap orang. Seorang suami memberikan sesuatu yang terbaik bagi anak dan istrinya. Pun seorang istri juga perlu memberikan yang terbaik bagi suami dan anak. Memberikan dan menghadirkan hal terbaik untuk keluarga menjadi hal yang tak boleh dilupakan apalagi diingkari oleh orang tua. Bisa-bisa menjadi orang tua yang tidak baik karena mengabaikan hak anak. Jadi, dengan memberikan yang terbaik untuk keluarga kita berharap akan tercipta keluarga, rumah tangga yang harmonis, sehat, dan bahagia. Untuk mencapainya kita perlu memperhatikan 7 hal terbaik untuk keluarga berikutCanva Designed by Kang halalMencari rezeki yang halal menjadi hal yang tak boleh dilupakan oleh orang tua khususnya suami selaku kepala keluarga yang memiliki tugas mencari nafkah. Mencari rezeki yang halal merupakan salah satu bentuk ikhtiar yang dilakukan agar dapat memberikan yang terbaik bagi keluarga. Dalam membantu dan mendukung suami dalam mencari rezeki yang halal, seorang istri harus menjadi orang yang pandai bersyukur. Mensyukuri setiap yang di dapatkan oleh suami, berapa pun besarnya. Saat suami dan istri bersama bersyukur atas apa yang di dapatkan, maka keberkahan akan ada dalam keluarga. Nikmat akan terus bertambah sebagaimana firman Allah “Barang siapa mensyukuri nikmat Allah maka Allah akan menambahkan nikmat bagi hamba-Nya.” 2. Makanan halal dan baik Memberikan yang terbaik dalam bentuk makanan yang halal dan baik menjadi salah satu tugas yang harus dipahami orang tua. Makanan yang halal dan baik berasal dari rezeki halal yang diperoleh oleh pencari nafkah dalam rumah tangga. Jika sudah mendapatkan rezeki yang halal, maka tugas selanjutnya memperhatikan kehalalan dari makanan yang diolah. Kalau sudah pasti kehalalannya, tugas selanjutnya adalah mempersiapkan makanan yang baik thoyyib. Mungkin akan bertanya-tanya, bukankah kalau sudah halal pasti sudah baik? Iya betul, namun baik di sini adalah menyajikan makanan yang memenuhi kebutuhan gizi seimbang untuk keluarga. Memberikan yang terbaik dengan menyajikan menu yang mengandung karbohidrat, protein, mineral, dan nutrisi lainnya. 3. Rumah yang nyaman Rumah yang nyaman tak harus besar. Rumah yang nyaman adalah rumah yang membuat orang-orang yang berada di dalamnya merasa senang dan betah di rumah. Memberikan yang terbaik dengan menyiapkan rumah yang aman dapat dilakukan dengan memperhatikan dan menerapkan budaya 5 R dalam rumah. Sudah tahukan apa budaya 5R? Jadi budaya 5 R itu merupakan metode penataan dan pemeliharaan wilayah kerja yang digunakan dalam manajemen untuk mewujudkan ketertiban dan kedisiplinan. Budaya 5 R meliputi1. Ringkas2. Rapi3. Resik4. Rawat, dan 5. terlihat lebih menarik dan nyaman kita bisa menambahkan beberapa vas bunga ataupun dekorasi seperti menggunakan wallpaper yang berbeda sesuai dengan tema. Kamar anak, dengan tema wallpaper yang pas buat usia Designed by Kang Ugi4. Pendidikan yang baik Dalam hal pendidikan, orang tua juga perlu memberikan yang terbaik. Bukan sekedar memasukkan anak ke dalam sekolah yang mengedepankan prestasi umum saja, namun juga memberikan bekal ilmu akhirat bagi mereka. Hal ini perlu diperhatikan oleh orang tau, mengingat tugas orang tua bukan sekedar membawa anak-anaknya menjadi anak yang sukses di dunia. Orang tua memiliki tugas besar membawa anak-anak untuk sukses di akhirat juga. Oleh karena itu, sebagai orang tua harus bisa memberikan pendidikan yang seimbang. Jika anak bersekolah di sekolah umum, maka pastikan di rumah mendapat bekal ilmu agama. Intinya keduanya tetap mendapatkan prioritas yang sama. Jadi sebagai ornag tua kita harus seimbang dalam memenuhi kebutuhan pendidikan Kesehatan Keluarga Kesehatan keluarga bisa diwujudkan dengan melibatkan secara rutin setiap anggota keluarga untuk berolah raga. Olah raga tidak harus di lapangan olah raga tapi bisa juga dilakukan di taman kota atau di area bermain anak sekalipun. Caranya bagaimana, sembari anak-anak bermain, orang tua bisa memantau anak dengan melakukan jogging di area bermain anak. Orang tua bisa juga mengemas permainan dengan mengajak anak untuk jogging bersama. Kebiasaan lain dalam memberikan yang terbaik untuk kesehatan keluarga adalah membiasakan seluruh anggota keluarga untuk minum air yang cukup secara rutin setiap hari dan mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi. 6. Kebersamaan dalam Kebersamaan dalam keluarga menjadi hal penting yang harus ada dalam rumah tangga. Memberikan yang terbaik dalam kebersamaan keluarga dapat dilakukan dengan menyediakan waktu khusus bagi apapun, sebagai orang tua baik suami ataupun istri perlu menyediakan waktu untuk anak-anak atau keluarga di rumah. Tidak perlu berjam-jam, cukup beberapa menit misal 15-30 menit namun betul-betul berkualitas. Kehadiran kita sebagai orang tua dengan quality time akan menguatkan ikatan emosional antara anak dan orang tua. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi masa depan anak. 7. Pakaian Canva Designed by Kang UgiKe enam hal di atas sudah mencakup kebutuhan pangan dan papan pada keluarga. Nah, berikutnya yang perlu diperhatikan orang tua adalah memberikan yang terbaik dalam hal pemenuhan kebutuhan pakaian sandang keluarga. Dalam memberikan yang terbaik untuk kebutuhan pakaian keluarga, selain memperhatikan kehalalan sumbernya, adalah memperhatikan kebaikan penggunaannya. Jangan sampai dalam memenuhi sandang kebutuhan pakaian keluarga hanya memperhatikan model tanpa memperhatikan fungsinya. Misal, model baju bagus namun tidak menutup aurat, maka kita harus tahu waktu dan tempat menggunakannya. Memberikan yang terbaik dalam hal pakaian dapat diwujudkan dengan memperhatikan nilai-nilai agama yang harus dipenuhi dalam berpakaian, misal menutup aurat, dan tidak ketat saat dikenakan. Demikian 7 hal terbaik untuk keluarga yang perlu kita perhatikan dalam rangka mewujudkan rumah tangga dan keluarga yang harmonis serta mendapatkan ridho dari Allah Swt.
Mendepani cabaran fasa endemik pada masa ini, memperlihatkan setiap daripada kita berusaha untuk meningkatkan ekosistem ekonomi keluarga selepas terkesan teruk ekoran pelaksanaan beberapa siri Perintah Kawalan Pergerakan sebelum Malaysia kini sedang giat untuk memperkasa kegiatan ekonomi dengan gaya hidup normal yang kembali pulih melalui tanggungjawab menjaga prosedur operasi standard SOP demi kesihatan dan keselamatan penat dan lelah, setiap keluarga Malaysia berusaha untuk mengekalkan taraf ekonomi mereka untuk memastikan boleh mengharungi kehidupan ini yang semakin itu, ramai dalam kalangan pencari nafkah sudah kembali memulakan kerja dalam pelbagai sektor bagi meneruskan kelangsungan pandemik, ramai dalam kalangan mereka terjejas akibat penutupan premis perniagaan dan sektor keras mencari rezeki halal merupakan tugas murni setiap ketua keluarga yang bekerja demi isteri dan memandang tinggi mereka yang sentiasa berusaha untuk mencari rezeki halal lagi diberkati buat keluarga dan mencari nafkah merupakan amal soleh yang sangat besar pahalanya di sisi mengurniakan keberkatan kepada orang yang sentiasa berusaha memberikan kehidupan lebih baik kepada sebuah hadis, Rasulullah SAW menyebut mengenai kewajipan bagi setiap umat Islam untuk mencari rezeki yang “Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardu seperti solat, puasa, dan lain-lain. Hadis riwayat Thabrani dan Baihaqi.Sudah pasti setiap kelelahan hasil usaha mencari nafkah dan rezeki yang baik akan diberikan ganjaran setimpal dengan apa yang lelah demi mencari nafkah merupakan satu kehormatan bagi seorang lelaki. Bahkan terdapat dalam kalangan wanita turut sama memikul tanggungjawab membantu situasi ini, mungkin suami memerlukan isteri untuk sama-sama membantu, memikul tanggungjawab bersama mencari sumber pendapatan bagi keselesaan hidup mulia oleh para isteri yang berusaha membantu mencari pendapatan keluarga sudah tentu dihargai oleh suami yang SAW berpesan kepada kita semua yang bermaksud“Sesiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya, Allah menjadikan kekayaan di dalam hatinya, menghimpunkan baginya segala urusannya dan dunia datang kepadanya dalam keadaan tunduk.“Sesiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, Allah menjadikan kefakiran dekat kepada kedua-dua matanya, memisah-misahkan urusannya dan dunia tidak akan mendatanginya, melainkan apa yang telah ditentukan baginya. Shahih Sunan al-TirmiziSesungguhnya, Allah memberi ganjaran pahala atas setiap penat lelah dan usaha demi mencari rezeki halal di dunia tanda-tanda rezeki yang kita peroleh adalah halal dan diberkati Allah adalah apabila berasa cukup dengan apa yang kita rezeki setiap manusia adalah tidak pasti dalam kehidupan di dunia ini, ada golongan kaya dan terdapat juga orang miskin. Ada yang bergaji besar dan ada juga yang bergaji walaupun dengan bergaji kecil, jika kita masih boleh menguruskan nafkah kepada keluarga dengan baik, memberi hadiah kepada ibu dan bapa, bersedekah dan juga membuat simpanan, ia menunjukkan ada keberkatan daripada rezeki kurniaan jika rezeki yang diperoleh tidak mendapat keberkatan, akan ada rasa ketidakcukupan serta sering berkeluh rezeki yang baik juga, Allah akan memudahkan urusan kita untuk menjaga solat dan melakukan amal kehambaan kepada Yang Maha Pencipta, kita akan merasai kemanisan ibadah tanpa rasa rezeki yang diperoleh akan membuatkan kita semakin dekat dengan Allah dan menjadikan kita hamba yang juga memberikan kebahagiaan kepada kehidupan dan keluarga apabila kita menjaga hubungan kita itu, menjaga amanah dalam kerja juga menjamin rezeki halal untuk setiap daripada kita Allah kurniakan kebahagian hidup yang tidak sama. Kebahagiaan setiap individu dan keluarga sudah tentu berbeza melalui rezeki halal menjadi asbab untuk mendapatkan keberkatan dalam hidup di dunia yang fana demi akhirat yang kekal Rosmawati Mohamad Rasit ialah Ketua Jaringan Industri dan Komuniti, Fakulti Pengajian Islam, Universiti Kebangsaan Malaysia. ikhlas untuk dakwah Indahnya Islam INDAHNYA ISLAM
REZEKI dikejar semua orang. Lantas, bagaimana cara mendapatkan rezeki halal berlimpah berkah? Allah ﷻ berfirman فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا “Maka aku berkata kepada mereka, Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Mahaopengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.” QS Nuh ayat 10-12 Dari ayat tersebut dapat diketahui bahwa rezeki yang umumnya diartikan banyak orang sebagai uang atau harta itu, sejatinya bukan perihal materi semata. Anak Anda adalah rezeki, kesehatan Anda itu rezeki. Persahabatan yang baik pun rezeki, dan masih banyak lagi ragam rezeki yang Allah limpahkan kepada manusia di dunia. Meski begitu, banyak orang tidak menyadarinya, sehingga sebagian dari mereka hanya berorientasi untuk bekerja agar memperoleh penghasilan yang berlimpah. BACA JUGA Istighfar Pembuka Rezeki Jika orientasinya hanya kepada materi, jalan seseorang bisa saja terpeleset sehingga tidak lagi memikirkan halal dan keberkahan rezeki yang dicarinya tersebut. Padahal, dalam Islam telah diajarkan bagaimana cara mendapatkan rezeki halal berlimpah berkah. Berikut cara mendapatkan rezeki halal berlimpah berkah tersebut 1 Cara mendapatkan rezeki halal berlimpah berkah Bertakwa dan mendekatkan diri kepada Allah ﷻ Jalankan perintah-Nya, jauhi perbuatan maksiat dan haram serta berbagai hal yang membuat Allah ﷻ murka. Berserah diri lah kepada Allah ﷻ dalam segala urusan, baik hal kecil maupun besar, sambil tetap berikhtiar dengan rajin dan tekun. 3 Cara mendapatkan rezeki halal berlimpah berkah Memohon ampunan Tentu saja memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah kita perbuat. Mohonlah ampunan kepada Allah ﷻ dengan tulus dan bersungguh-sungguh, serta memantapkan diri untuk tidak mengulanginya. BACA JUGA Agar Berkah, Perhatikan 6 Adab Mencari Rezeki Ini 4 Cara mendapatkan rezeki halal berlimpah berkah Menjaga silaturahmi Jagalah silaturahmi, baik dengan keluarga, kerabat maupun sahabat. Tanyakan bagaimana keadaan mereka, karena ini adalah pintu rezeki dan keberkahan. Cara mendapatkan rezeki halal berlimpah berkah Bersyukur Biasakan mengucapkan ungkapan-ungkapan rasa syukur kepada Allah ﷻ atas nikmat yang tiada habisnya. 5 Cara mendapatkan rezeki halal berlimpah berkah Bersedekah Sedekah sejatinya membawa segala kebaikan. Maka perbanyak sedekah sehingga akan mendapat apa yang kita harapkan. Bersedekahlah meski sedikit. BACA JUGA Berikut 10 Ayat Al-Quran tentang Rezeki 6 Cara mendapatkan rezeki halal berlimpah berkah Menafkahi penuntut ilmu Hal ini sebagaimana yang dikisakan Anas bin Malik, dia berkata أن أخوَينِ على عهدِ النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ كان يحترفُ أحدُهما والآخرُ يلزمُ النبيَّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ، فشكا المحترفُ أخاهُ إلى النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ، فقال النبيُّ لعلك تُرزقُ بهِ “Dulu ada dua orang bersaudara pada masa Rasulullah ﷺ. Salah seorang menuntut ilmu pada majelis Rasulullah ﷺ, sedangkan yang lainnya bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Rasulullah ﷺ lantaran ia memberi nafkah kepada saudaranya itu. Maka Nabi ﷺ bersabda, ”Mudah-mudahan engkau diberi rezeki dengan sebab dia.” HR Tirmidzi Nah, itulah sekelumit ikhtiar di luar upaya bekerja keras untuk mendapatkan rezeki halal berlimpah berkah. [] SUMBER ELBALAD
Kumpulan Hadits Tentang Keutamaan Mencari Rezeki / Nafkah Bagi Keluarga FAEDAH MENCARI NAFKAH UNTUK KELUARGA ADALAH AMALAN YANG PAHALANYA BESAR▫️ Ka'ab bin 'Ujroh radhiyallahu 'anhu berkata, مرَّ على النَّبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم رجلٌ فرأَى أصحابُ رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم من جلَدِه ونشاطِه فقالوا يا رسولَ اللهِ ! لو كان هذا في سبيلِ اللهِ فقال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم إن كان خرج يسعَى على ولدِه صِغارًا فهو في سبيلِ اللهِ وإن كان خرج يسعَى على أبوَيْن شيخَيْن كبيرَيْن فهو في سبيلِ اللهِ وإن كان خرج يسعَى على نفسِه يعفُّها فهو في سبيلِ اللهِ وإن كان خرج يسعَى رياءً ومُفاخَرةً فهو في سبيلِ الشَّيطانِ "Ada seseorang yang lewat di hadapan Nabi Muhammad ﷺ, saat melihat kekuatan dan semangat yang terpancar dari orang itu, para sahabat yang sedang bersama Nabi mengatakan, 'Wahai Rasulullah, seandainya kekuatan orang itu digunakannya di jalan Allah tentu sangat luar biasa.'• Maka Rasulullah ﷺ memberikan penjelasan,'Seandainya keberangkatannya itu untuk menafkahi anak-anaknya yang masih kecil, maka dia fi sabilillah di jalan Allah. Atau jika berangkatnya dia itu untuk memberi nafkah untuk kedua orang tuanya yang telah renta, maka dia juga fi sabilillah. Jika dia berangkat untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri agar tidak meminta-minta, maka itu juga fi sabilillah. Namun jika dia pergi bekerja itu dalam rangka untuk pamer dan berbangga diri, maka dia di jalannya setan.'" SHAHIH LI GHAIRIHI Shahih at-Targhib, 1959 Ath-Thabrani al-Kabir, XIX/129Menerangkan riwayat ini, Imam ash-Shan'ani rahimahullah berkata, فأبان - صلى الله عليه وسلم - أن من خرج يكسب لواجب أو مندوب فهو مأجور أجر المجاهد"Rasulullah ﷺ menerangkan dalam hadits ini bahwa orang yang pergi bekerja untuk menjalankan kewajibannya mencari nafkah atau untuk mencapai amalan yang sunnah dengan usahanya tersebut maka dia mendapatkan pahala seperti orang yang berjihad." At-Tanwir, IV/242Maka dari itu, seharusnya para suami ataupun seorang anak yang telah bekerja, memiliki semangat untuk menjalani pekerjaannya, dia ingatkan dirinya, bahwa kegiatan yang dijalaninya tersebut adalah ibadah besar yang senilai dengan berjihad di jalan tentu, semangat bekerja dan mencari nafkah yang kita maksudkan ini ialah semangat yang tetap sejalan dengan bimbingan agama. Hanya bekerja pada pekerjaan yang halal dan tetap menjaga kewajibannya sehari-hari seperti shalat lima waktu. Menurut sebagian ulama, bekerja untuk mencarikan nafkah keluarga itu pahalanya lebih besar dari jihad yang hukumnya sunnah. Di antara ulama yang berpendapat demikian ialah▪️ Imam Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah. Beliau pernah berkata,لَا يَقَعُ مَوقِعَ الكَسْبِ عَلَى العِيَالِ شَيْءٌ، وَلاَ الجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ."Tidak ada satu amalan pun yang setara dengan amalan mencari nafkah untuk keluarga, walau dibandingkan dengan jihad fi sabilillah." Siyar A’lam an-Nubala, VIII/399▪️ Imam Ibnu Taimiyyah rahimahullah memiliki pernyataan yang hampir mirip dengan ucapan Ibnul Mubarak di atas, di mana beliau mengatakan, إن طلب الحلال والنفقة على العيال باب عظيم لا يعدله شيء من أعمال البر."Sesungguhnya mencari rizki yang halal dan memberi nafkah untuk keluarga merupakan amalan agung yang tidak ada satu pun amalan-amalan kebaikan yang bisa menandinginya." Syarah Hadits Jibril, hlm. 609✍️ - Jalur Masjid Agung Kota Raja- Hari Ahadi [Penggalan pembahasan hadits ke 16 Kitab al-Jami' dari Bulughul Maram] 🖥
Rezeki yang halal cerminan sayang keluarga Keluarga adalah harta yang tak ternilai bagi seseorang. Allah mengaruniakan kecenderungan hati dan kasih sayang dalam keluarga sebagai bagian dari kasih sayangNya pada manusia. Rasa sayang terhadap keluarga dapat tercermin dalam banyak hal. Menghabiskan waktu bersama, bercanda, mengajari anak-anak, berekreasi, beribadah bersama dan lain-lain sebagainya. Dalam hal ekonomi, sayang kepada keluarga di cerminkan dengan memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan bagi keluarga, membiayai pendidikian, kesehatan dan lain-lain. Akan tetapi, sebelum semua itu terjadi, sayang kepada keluarga dari sisi ekonomi itu sepatutnya di mulai dengan mengupayakan rezeki yang halal bagi nafkah keluarga. Rezeki yang halal adalah pintu keberkahan yang utama bagi keluarga. Dalam kehalalan tersebut, ada keberkahan bagi keluarga yang akan mewarnai kehidupan keluarga tersebut. Keberkahan merupakan suatu konsep yang jauh lebih luas daripada jumlah uang yang dimilikki oleh keluarga tersebut. Keberkahan merupakan karunia yang memungkinkan keluarga untuk senantiasa berada dalam penjagaan ekstra dari Allah SWT. Dan apabila Allah SWT adalah pelindung keluarga kita, tak ada jumlah uang sebesar apapun yang dapat menyamai nilainya. Sementara harta yang haram itu seperti pintu menuju bencana. Tidak ada hal yang baik yang akan muncul dari harta yang haram. Baik disini adalah dalam ukuran syariah. Boleh jadi gelimang harta yang haram itu begitu menyilaukan. Tetapi apabila kita dapat memperoleh kelaparan harta dengan cara yang halal dan baik, bukankah itu jauh lebih baik lagi? Harta yang haram tidak bisa di bersihkan dengan sedekah. Selamanya harta tersebut akan haramlah adanya. Harta harus diperoleh dengan cara yang halal dan juga dibelanjakan untuk hal-hal yang halal dan baik. Dan di akhirat kelak, untuk masalah harta, kita harus mempertanggung jawabkan darimana harta tersebut kita peroleh dan untuk apa dibelanjakan. Sebelum kita melakukan perencanaan dan pengelolaan akan harta dan uang kita, maka yang pertama sekali harus dilakukan meyakinkan bahwa harta yang kita miliki telah halal adanya dan telah ditunaikan hak-hak orang lain yang ada dalam harta tersebut. Kita dapat membuat perencanaan dan pengelolaan dari harta kita sebagai ikhtiar kita dalam bersikap amanah terhadap harta tersebut. Tetapi memastikan bahwa harta yang diperoleh itu merupakan harta yang halal merupakan hal yang utama. Menyayangi keluarga dalam bidang ekonomi juga harus berada dalam kerangka menyelamatkan keluarga dari api neraka seperti yang tertera pada surat At-Thamrin ayat 6 “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu“. Sayang keluarga bukan berarti menghalalkan segala cara untuk memperoleh rezeki dan menerabas aturan Allah. Apabila benar menyayangi keluarga, maka pastikanlah setiap butir, keping dan serpih rezeki yang dibawa kerumah dan menjadi nafkah keluarga adalah halal adanya. Sayangilah diri sendiri dan keluarga kita dengan mencari rezeki yang halal, semoga kita selalu dapat mendapat Ridho Allah SWT, Aamiin.
rezeki halal untuk keluarga