ringkasan cerita si kancil dan buaya
DongengSi Kancil Dan Buaya. Rumah Dongeng kali ini mengisahkan tentang cerita yang tak asing yaitu Si Kancil dan Buaya, dimana kisah ini adalah kisah jenaka yang selalu di ceritakan orang tua dahulu sebagai pengantar tidur anaknya, selamat membaca. Dongeng Pesan Moral: Dongeng Kuda Dan Keledai Yang Sarat Dengan Beban.
BukuKancil Dan Buaya [full Color] karya Rahimidin Zahari & Jaatar Taib. Melihat buah-buahan yang ranum di seberang sungai, Kancil menjadi sibuk berpikir bagaimana cara menyeberangi sungai. Cerita Anak. Kancil dan Buaya [Full Color] Kancil dan Buaya [Full Color] Rp 49.000. Hemat Rp 7.350. Rp 41.650. Judul. Kancil dan Buaya [Full Color
Sementarasi kancil berkata kalau dirinya akan kembali ketika badannya sudah gemuk agar rombongan buaya bisa menyantapnya dengan lahap. Kancil pun berlari ke kebun mentimun dan meninggalkan buaya yang berangsur - angsur berusaha menepi untuk berteduh. Cukup lama buaya menunggu namun kancil tak kunjung datang. Hingga akhirnya buaya sadar bahwa dirinya dan teman - temannya sudah ditipu oleh kancil. Kancil tersebut tidak menepati janjinya dan pergi tanpa kabar begitu saja.
Er Sucht Sie Schrot Und Korn. Sudah pernah mendengar tentang cerita anak si kancil dan buaya? Untuk mengisi waktu luang selama di rumah saja, membacakan dongeng seperti cerita anak si kancil dan buaya adalah hal yang sangat menyenangkan. Tahukah Anda, membacakan dongeng untuk anak ternyata secara tidak langsung seperti memperkenalkan budaya membaca pada si kecil sejak dini. Nah, bagi orang tua yang ingin anaknya mempunyai hobi membaca pastikan untuk mencoba cara ini. Meski usia si kecil masih terlalu dini, namun membacakan dongen untuk anak apalagi saat mau tidur dapat menstimulusnya untuk gemar membaca. Selain gemar membaca, anak yang sering dibacakan cerita dongeng juga akan memiliki visualisasi yang bagus. Berbicara tentang dongeng, ada banyak sekali cerita anak yang bisa Anda bacakan setiap harinya. Salah satu cerita anak yang sangat terkenal dan dijamin membuat si kecil tertarik yaitu si kancil dan buaya. Cerita yang menarik dan kaya akan makna ini akan mengajarkan si kecil tentang berbuat kebaikan kepada semua orang. Selain itu juga tidak menyalahgunakan kepintaran yang dimiliki untuk merugikan orang lain. Nah, bagaimana cerita lengkapnya dari si kecil dan buaya? Untuk lebih jelasnya simak ulasan berikut ini. Ringkasan Cerita Anak Si Kancil dan Buaya yang Menarik Dari banyaknya cerita dongeng anak yang ada, cerita anak si kancil dan buaya menjadi salah satu yang paling populer. Selain menawarkan karakter yang lucu, cerita yang dihadirkan juga sangat menarik. Sehingga membuat si kecil senang mendengarkannya. Langsung saja, berikut ini ringkasan dongeng anak si kancil dan buaya. Di Sebuah Hutan Belantara Cerita anak si kancil dan buaya yang menarik, Cerita anak si kancil dan buaya ini, diawali dari suatu hutan belantara yang mana di dalamnya tinggal beraneka ragam satwa. Salah satu satwa yang tinggal di sana adalah seekor kancil yang memiliki kecerdasan luar biasa. Selain cerdas, kancil juga dikenal sebagai satwa yang ramah dengan sesamanya. Hingga suatu pagi, kancil melihat seekor induk bebek yang tengah berenang bersama dengan anaknya. Kancil yang sedang berjalan menelusuri hutan pun menyapa bebek dengan ramahnya, Hai bebek! Sepertinya asik sekali kamu berenangnya’ Selain menyapa bebek yang sedang berenang, kancil juga menyapa semua satwa-satwa lain yang ia jumpai di sepanjang jalan. Itulah dia, kancil yang selalu riang dengan kecerdasan dan juga keramahannya. Si Kancil yang Selalu Disegani Karena keramahan dan kecerdasan yang dimiliki oleh si kancil, tidak heran ia disegani semua satwa hutan. Si kancil juga sering membantu satwa-satwa lainnya di hutan dalam memecahkan sebuah masalah. Tidak heran jika banyak satwa yang datang ke kancil untuk meminta saran dari masalah yang dialaminya. Kancil pun dengan senang hati membantu memecahkan masalah kawan-kawannya tersebut. Pernah suatu ketika, saat sedang menelusuri hutan ia melihat beberapa anak ayam terperangkap di dalam lubang yang lumayan dalam. Tidak berpikir panjang, kancil berusaha untuk menyelamatkan anak ayam yang terperangkap tersebut. Kancil berusaha untuk masuk ke dalam lubang dengan membungkukkan badannya. Setelah itu, ia meminta anak ayam tersebut untuk menaiki tubuhnya. Setelah semua anak ayam naik ke tubuh kancil, ia pun melompat keluar lubang dan berjalan menemui induk ayam yang tengah bingung mencari anaknya. Kancil pun melepaskan anak ayam yang ia selamatkan tadi kepada induknya. Sang induk ayam pun sangat dan berterima kasih kepada kancil karena menyelamatkan anaknya dari bahaya. Tidak hanya induk ayam, anak ayam yang diselamatkan tadi juga bersorak turut mengucapkan terima kasih. Baca Cerita dongeng panjang, Sang kera penipu Kancil Melihat Pohon Buah-Buahan Setelah lama berjalan-jalan, kancil pun merasa lapar. Ia pun menepi sejenak dan memakan rumput yang ada di sekelilingnya. Setelah memakan rumput yang ada di sekitar, ternyata si kancil masih belum merasa kenyang. Kancil pun terus melanjutkan perjalanan hingga tiba di sebuah sungai yang ada di dalam hutan. Ia pun mendekat di tepi sungai untuk sejenak menghilangkan dahaga setelah berjalan-jalan. Puas minum, kancil yang sedang memandangi sungai pun tidak bisa menutupi rasa tertariknya saat melihat sesuatu yang ada di seberang sungai. Hal yang menarik perhatiannya tersebut yaitu pohon buah-buahan yang bisa menghilangkan rasa laparnya sedari tadi. Cerita anak si kancil dan buaya yang sarat akan makna, Kondisi air sungai yang lumayan deras, tentu saja tidak memungkinkan untuk si kancil menyeberangi nya. Akhirnya ia pun berusaha untuk mencari ide atau cara agar bisa menyeberangi sungai tanpa bahaya. Suatu ketika, ia mendapatkan cara untuk menyeberangi sungai dengan aman yaitu mengelabui buaya-buaya yang ada di sungai. Kancil Mengelabui Buaya Tak berselang lama, seekor buaya pun keluar ke tepi sungai untuk menghampiri kancil. Buaya pun berkata “Hei Kancil! Apa yang kamu lakukan di sungai? Apa kamu mau menjadi santapan kami semua? Tanya buaya pada si kancil. Mengetahui itu, Kancil pun menjawab, “Hai kawan, Aku membawa kabar yang baik, raja telah memerintahkanku untuk menghitung ada berapakah jumlah buaya yang ada di sungai. Nantinya raja akan membagikan daging segar. Kalian hanya perlu berjajar di sungai dan nanti akan langsung aku hitung.” Pesan moral dari cerita anak si kancil dan buaya, Buaya yang senang mendengar kabar dari kancil pun menyanggupi permintaan kancil dan memanggil semua kawanan buaya di sungai. Semua buaya berjejer hingga membentuk seperti sebuah jembatan. “Sudah siap” kata semua buaya yang saat bersemangat. Dengan girangnya kancil pun melompati dan berpura-pura menghitung jumlah buaya yang sedang berjejer membentuk jembatan. Sesampainya di ujung, kancil pun melompat dan berkata kepada buaya “Terima kasih buaya berkat kalian aku bisa sampai di seberang sungai ini”. Setelah itu, kancil pun langsung berlari meninggalkan buaya yang tengah marah akibat dari perbuatannya. Kancil yang kalap memakan buah-buahan yang ada di seberang sungai. Pesan Moral dari Cerita Anak Si Kancil dan Buaya Setelah membaca ringkasan cerita anak si kancil dan buaya, tentu Anda bisa memetik hikmah atau pesan moral yang ada di dalamnya. Pesan moral dari dongeng anak ini yaitu si kancil memanfaatkan kecerdasannya untuk hal buruk yaitu menipu buaya agar bisa menyeberang di sungai dan mendapatkan keinginannya. Karena sikap kancil tersebut buaya menjadi sangat marah kepada kancil. Hal ini bisa menjadi pelajaran bahwa semua perbuatan buruk akan menambah musuh. Jika memiliki kecerdasan yang lebih pastikan menggunakannya untuk hal-hal yang berguna dan lebih bermanfaat. Dengan begitu banyak yang orang suka dan menyegani kita. Itulah sedikit cerita anak si kancil dan buaya yang dijamin seru dan menarik untuk diceritakan pada si kecil selama di rumah. Wah sangat menarik bukan? Selain menarik, Anda juga dapat mengambil banyak pelajaran dari cerita tersebut. Semoga dari cerita dongeng si kancil dan buaya kita semua bisa mengambil pesan moral yang terkandung di dalamnya. Selalu berusaha bersikap baik dan menolong sesama tanpa merugikan orang lain. Selamat membaca! – Editted 16/06/2021 by IDNarmadi.
Apakah Bunda sering membacakan buku atau cerita pada Si Kecil? Jenis cerita apa yang menjadi favorit mereka?Dongeng anak yang hampir disukai oleh anak-anak ialah jenis cerita fabel. Dongeng fabel adalah jenis cerita yang menggambarkan mengenai watak manusia yang karakternya diperankan oleh para orang tua seringkali membacakan cerita fabel kepada anak mereka karena sarat akan pesan moral dan ceritanya yang menghibur. Salah satu yang pastinya sudah tidak asing adalah dongeng fabel terkenal yaitu cerita Si Kancil dan Buaya. Banyak nilai-nilai kebaikan dari pesan moral cerita Si Kancil dan Buaya yang dapat Bunda tanamkan sejak dini kepada Si Kecil. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Berikut cerita lengkap dari dongeng si kancil dan buaya beserta nilai instrinsik dan pesan moralnya. Si kancil yang cerdik sedang berjalan-jalan di hutanPada musim kemarau panjang, tumbuhan yang menjadi makanan bagi para hewan di hutan banyak yang mati dan mengering. Makanan seperti rumput dan buah-buahan pun juga sulit didapatkan. Sudah berhari-hari si kancil berjalan-jalan di hutan untuk mendapatkan sumber makanan baru. Namun selama itu pula, ia hanya menemukan rumput-rumputan kering yang terpaksa dimakannya. Sepanjang perjalanan, ia melamunkan padang rumput yang subur dan di tengah-tengahnya terdapat kolam jernih yang membuatnya dapat minum dengan puas. Hal tersebut lantas membuat kancil merasa semakin lapar dan tiba-tiba membuatnya teringat pun Mulai Merasa LaparKancil berjalan menuju ke arah sungai, kali ini langkahnya lebih cepat. Saat tiba di tepi sungai, ia melihat rumput di sana sudah habis disantap oleh hewan lain. Buah-buahan pun tidak ada lagi yang tersisa. “Ternyata aku terlambat. Hewan-hewan lain sudah datang kemari dan menghabiskan semua makanan yang ada di sini.” gumam kancil sedih. Namun karena lapar, kancil akhirnya melahap sisa-sisa rumput yang ada disana. Ketika hendak menyantap, tiba-tiba matanya tertuju ke arah seberang sungai. Matanya membelalak dan hatinya sontak merasa senang.“Asyik! Aku bisa berpesta! Namun, bagaimana caranya aku bisa ke sana?” pikir kancil. Awal Kisah Si Kancil Bertemu dengan BuayaTernyata, sejak kancil tiba di tepi sungai ada seekor buaya yang mengamatinya diam-diam. Kancil yang terlalu serius memikirkan caranya agar sampai ke seberang sungai, sontak terkejut saat buaya langsung membuka moncongnya dan siap melahapnya. Kancil yang sigap mampu menghindar dengan mundur beberapa langkah. Ia semakin berpikir keras bagaimana caranya agar bisa selamat dari terkaman buaya dan mampu menyeberangi sungai menuju padang rumput subur yang dilihatnya tadi. Tak butuh waktu lama, kancil mendapatkan ide cerdik. “Wahai buaya, apakah kau tidak kasihan padaku? Aku belum makan sejak kemarin. Jika kau ingin menjadikanku santapanmu, aku rela menyerahkan diri. Namun izinkanlah aku untuk makan terlebih dahulu. Bukankah jika aku sudah makan maka nanti dagingku akan lebih banyak?” kata kancil memelas. “Kau tidak sedang mengerjaiku kan, Kancil?” tanya buaya tidak percaya dengan rencana kancil. “Bukan begitu buaya, kau jangan khawatir. Saat ini tubuhku terlalu kurus. Jika aku makan terlebih dahulu di padang rumput di seberang sungai maka tubuhku akan menggemuk. Nantinya kau bisa membagi dagingku dengan teman-temanmu yang lain.” kata kancil. “Namun bagaimana caraku membawamu ke seberang sana? Aku tidak akan kuat menggendongmu sendiri.” ujar buaya. “Bukankah nanti akan memakanku bersama dengan kawan-kawanmu? Kalau begitu, panggillah mereka. Minta mereka berjajar dari sini hingga ke seberang sungai.” pinta kancil. “Untuk apa hal itu?” tanya buaya lagi. Kancil lalu menjelaskan. “Aku perlu tahu berapa banyak buaya yang akan memakanku. Jadi di sana, aku akan memakan rumput sebanyak itu pula. Kalau aku makan terlalu sedikit, maka ada kawan-kawanmu yang tidak kebagian dagingku.” jelas mulai terpengaruh dengan rencana kancil. Ia pun segera memanggil teman-temannya. Tak berapa lama kemudian, mulailah bermunculan teman-teman dari buaya dan mereka kemudian membentuk barisan hingga ke seberang sungai. “Kami sudah siap. Silakan mulai menghitung!” teriak buaya. Dengan gembira, kancil mulai melangkahkan kakinya di atas punggung para buaya yang berjajar bagaikan membentuk sebuah jembatan. Kancil pun menghitung sampai pada buaya terakhir. Ketika sudah sampai di seberang, kancil langsung melompat ke darat. Ia langsung memanjat tanah berbukit tidak jauh dari sana.“Teman-teman semua, terima kasih atas jasa kalian membantuku menyeberang hingga ke tempat ini! Setelah aku lihat-lihat, ternyata makanan di tempat ini sangat banyak. Jadi aku memutuskan untuk menetap disini dalam jangka waktu yang cukup lama. Sehingga kalian tidak perlu repot-repot menunggu!” teriak kancil disertai tawa terbahak-bahak. Mendengar hal tersebut, para buaya sontak merasa kesal dan marah karena ditipu oleh kancil. Namun, karena kancil berada di atas bukit dan berlari jauh, mereka tidak bisa mengejarnya. Cerita berakhir dengan kancil yang akhirnya bisa menikmati makanan di padang rumput seberang sungai. Sementara buaya yang kesal tidak dapat menikmati santapan daging kancil karena telah ditipu. Ringkasan Singkat Cerita Si Kancil dan BuayaKancil yang kelaparan karena tidak ada lagi makanan tersisa di dalam hutan akibat musim kemarau berkepanjangan pada akhirnya mendapatkan makanan di padang rumput seberang sungai. Ia memanfaatkannya kecerdikannya untuk mengelabui buaya dan meminta mereka untuk berbaris rapi membentuk sebuah jembatan hingga ke tepian sungai di padang rumput. Buaya yang mudah ditipu termakan bujuk rayuan kancil tersebut yang mengaku akan memberikan dagingnya. Banyak pesan dari cerita si kancil dan buaya yang Bunda dapatkan untuk ajarkan kepada Si Moral Cerita Si Kancil dan BuayaCerita si kancil dan buaya mengajarkan banyak pesan moral. Sepertinya halnya kancil, kita juga memiliki kecerdikan sebagai manusia. Namun, pertanyaannya apakah kecerdikan tersebut akan digunakan untuk hal baik atau justru memanfaatkannya untuk sesuatu yang buruk misalnya mengelabui orang lain? Bunda dapat mengajarkan kepada Si Kecil, bahwasanya kecerdikan yang kita miliki harus digunakan untuk hal-hal baik dan tidak merugikan orang lain. Selain itu, janganlah kita seperti buaya yang mudah tertipu dan terhasut sesuatu hanya demi nafsu semata. Pada akhirnya, kita sebagai sesama makhluk hidup harus saling tolong menolong dan tidak memanfaatkan kekurangan setiap orang untuk keuntungan pribadi. Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 dongeng lainnya dalam video di bawah ini rap/rap
Kancil dan buaya Dongeng Si Kancil Dan Buaya Rumah Dongeng kali ini mengisahkan tentang cerita yang tak asing yaitu Si Kancil dan Buaya, dimana kisah ini adalah kisah jenaka yang selalu di ceritakan orang tua dahulu sebagai pengantar tidur anaknya, selamat membaca. Dongeng Pesan Moral Dongeng Kuda Dan Keledai Yang Sarat Dengan Beban Kisah Petani Dan Anak Harimau Sudah menjadi rahasia umum di hutan bahwa kancil merupakan hewan paling cerdik. Akalnya seribu untuk mengatasi berbagai macam masalah. Banyak hewan di dalam hutan meminta pertolongan padanya ketika mereka terlibat sejumlah masalah. Walaupun, dinilai sebagai hewan paling cerdik, namun kancil tidaklah sombong sehingga ia memiliki banyak teman. Suatu waktu, kancil mencari makanan keluar dari dalam hutan tempat biasa ia bernaung. Saat itu memang musim kemarau, saat di mana makanan di hutan berkurang. Lantaran, hawa panas, kancil menepi ke sebuah sungai untuk menghilangkan dahaga di tenggorokannya. Setelah puas meminum air sungai yang segar, kancil melanjutkan perjalanannya dengan berjalan menyusuri sungai. Kancil memang tidak ingin jauh-jauh dari sungai supaya ia bisa langsung begitu merasa haus. Hampir sejam lamanya kancil berjalan saat ia menemukan sebuah tempat yang kaya akan makanan. Sayangnya, tempat itu berada di seberang sungai. Tidak ada jembatan yang menghubungkan antara satu tempat ke tempat lainnya. Kancil bingung, apa yang harus dilakukan untuk sampai ke seberang. Ia bergumam, “Alangkah enaknya, jika aku bisa menyeberangi sungai ini dan dapat menikmati semua makanan yang ada di sana.” Ketika sedang asyik melamun, mata kancil melihat seekor buaya tengah asyik berjemur di sungai. Kancil pun mendatangi buaya itu dan bertanya, “Hai sahabatku, Buaya, apa kabarmu hari ini?” Buaya yang tengah menikmati harinya itu membuka mata. Ketika ia melihat yang sedang berbicara adalah kancil, ia menjawab pertanyaannya. “Kabarku baik kancil sahabatku. Apa gerangan yang membawa dirimu datang ke mari?” “Aku membawa kabar gembira untukmu dan teman-temanmu,” jawab si kancil. “Hohoho, kabar baik rupanya,” kata buaya antusias, “Baiklah, ceritakan kabar baik yang kamu bawa untukku dan teman-temanku.” “Aku diperintahkan oleh Raja Sulaiman untuk menghitung jumlah buaya yang ada di dalam sungai. Karena, Raja Sulaiman ingin memberikan hadiah kepada kalian semua,” jelas kancil. “Benarkah itu?” Kancil mengangguk. “Karena itu, panggillah teman-temanmu semua dan berjejer di sungai ini dari pinggir sungai sini hingga ke pinggir sungai seberang sana.” Buaya pun memanggil teman-temannya dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh kancil. Saat buaya dan teman-temannya telah berjejer, buaya berkata, “Sekarang hitunglah, kami sudah siap.” Kancil pun mulai melompat satu per satu ke punggung buaya. Dia berteriak keras-keras, “Satu! Dua! Tiga!” dan begitulah seterusnya hingga ia sampai di pinggir seberang sungai yang dimaksud yaitu pinggir sungai yang banyak makanannya. Sesampainya di seberang sungai, si kancil membalikkan tubuhnya. “Terima kasih sahabat-sahabatku yang baik. Sekarang aku sudah sampai di sini, dan aku sudah menghitung kalian semua. Sekarang selamat tinggal.” Melihat Kancil ingin pergi begitu saja, Buaya berteriak, “Hei, Kancil, mana hadiah dari Raja Sulaiman yang kamu janjikan?” “Oiya, aku belum mengatakannya pada kalian ya? Raja Sulaiman ternyata sudah memberikan hadiah-hadiahnya untuk buaya-buaya di tempat lain. Sehingga tidak ada hadiah untuk kalian. Hahaha...” Sekarang tahulah buaya telah ditipu oleh kancil. Mereka bersumpah dan tidak akan melepaskan Kancil apabila bertemu pada masa akan datang. Dendam buaya tersebut terus membara hingga hari ini. Sementara itu, Kancil terus melompat kegembiraan dan terus meninggalkan buaya-buaya tersebut. Selesai. Kisah Dongeng Selanjutnya Kisah Pohon Apel Yang Tulus Hati Dongeng Angsa Bertelur Emas Cerita Si Kancil Dan Buaya Terimakasih telah membaca sampai selesai Dongeng yang berjudul Kisah Si Kancil Dan Buaya, semoga bermanfaat, aamiin. Pengarang Anonim Link
Si kancil sedang berjalan menuju hutan untuk kembali setelah mencari makan di ladang pak tani. Di tengah jalan ia harus menyeberang sungai yang dihuni banyak sekali buaya yang sangat lapar. Kawanan buaya sangat senang melihat kancil, tapi si kancil mensyaratkan buaya harus dihitung terlebih dahulu. Buaya menyetujui dan sikancil memulai menghitung jumlah buaya. Akhirnya tipu daya si kancil berhasil, buaya tercengang karena si kancil yang cerdik berhasil memperdaya buaya. Si kancil langsung pergi setelah menghitung buaya terakhir di ujung sungai. Si kancil pun langsung berlari ke dalam hutan dan bebas dari cengkraman buaya lapar.
Ilustrasi dongeng kancil dan buaya. Foto PixabaySiapa sih yang enggak tahu dongeng kancil dan buaya? Dari zaman Mama masih kecil, dongeng yang satu ini sudah dipakai sebagai dongeng pengantar anak sebelum ceritanya sederhana, dongeng kancil dan buaya ini punya makna tersirat yang sangat baik untuk diajarkan pada anak sedari sifat si kancil, pesan moral yang bisa diambil adalah meskipun kita pandai dan cerdik, kita tidak boleh berbohong dan menggunakan kecerdikan kita untuk suatu hal yang bisa merugikan orang lain. Selain itu, cerita ini juga mengajarkan kita supaya tidak gampang percaya dengan orang Mama-Mama berniat menceritakan dongeng kancil dan buaya untuk si kecil, yuk simak ceritanya seperti berikut Kancil dan BuayaIlustrasi dongeng kancil dan buaya. Foto FreepikPada suatu hari, hiduplah seekor kancil yang dikenal sangat cerdik. Kecerdikannya ini bisa membantu si kancil menyelesaikan semua masalah yang dia kancil hewan yang cerdik, dia enggak pernah sombong kepada hewan-hewan lain di hutan. Itulah sebabnya kancil punya banyak teman di hutan. Hewan lain juga sering sekali meminta bantuan kancil untuk menyelesaikan masalah suatu siang, si kancil sedang beristirahat di bawah pohon yang rindang. Lalu, ia merasa haus dan lekas pergi ke tepi sungai untuk minum. Setelah minum, kancil pun melihat-lihat kondisi di sekitar seberang sungai, si kancil melihat ada sebuah pohon yang lebat sekali buahnya. Dia juga ingat kalau dia sedang kehabisan makanan. Si kancil ingin sekali mengambil buah-buahan itu namun ia harus berpikir bagaimana caranya menyeberangi kancil pada saat itu melihat banyak buaya yang sedang berdiam diri di sungai. Karena si kancil sangat cerdik dan banyak akal, dia terpikirkan suatu ide dan memanggil buaya dongeng kancil dan buaya. Foto Freepik“Hai buaya temanku, apa kabarmu hari ini?”Seekor buaya pun mendekati si kancil dan menjawab pertanyaan si kancil. “Hai kancil sahabatku, kabarku baik. Ada keperluan apa sampai kau mendatangiku?” kata si Buaya.“Syukurlah kalau kabarmu baik temanku. Aku datang ke sini karena diperintahkan Raja Sulaiman untuk menghitung semua buaya yang ada di sini karena kalian akan diberikan hadiah,” kata si kancil“Waaaah kau datang membawa kabar baik ya. Benarkah jika Raja Sulaiman ingin memberi kami hadiah?” tanya si buaya dengan antusias.“Benar temanku, sekarang lebih baik kalau kamu memanggil semua temanmu. Setelah itu, kalian berjejer sampai ke ujung sungai sana dan aku akan melompati kalian sambil menghitung,” jawab si buaya pun memanggil semua teman-temannya dan berjejer sampai ke ujung sungai. “Sekarang hitunglah,” kata si buaya kepada pun mulai melompat satu per satu ke punggung buaya. Dia berteriak keras-keras, “Satu! Dua! Tiga!” dan begitulah seterusnya hingga ia sampai di pinggir seberang sungai yang dimaksud yaitu pinggir sungai yang banyak sampai, kancil berbalik badan dan berteriak kepada si buaya “Terima kasih teman-temanku, aku sudah menghitung kalian semua. Sekarang aku akan pergi.”Melihat hal itu, buaya pun memanggil kancil dan menanyakan hadiahnya. “Tunggu dulu kancil, kau bilang Raja Sulaiman akan memberi kami hadiah. Lalu mana hadiah kami?” tanya si kancil pun menjawab, “Maafkan aku buaya, tapi sepertinya Raja Sulaiman sudah memberikan hadiah itu kepada buaya di tempat pun sangat marah karena telah merasa ditipu oleh si kancil. Mereka bersumpah tidak akan melepaskan si kancil jika suatu saat bertemu lagi.
ringkasan cerita si kancil dan buaya